Tanpa sengaja gue melihat suatu kertas dengan gambar print hasil scan uang Rp50.000-,. Mari kita flashback sebentar untuk mengetahui mengapa bisa ada kertas tersebut.
Saat itu bokap gue bertanya sama gue, "Dek, kira-kira jadi gak ya beli printer baru?'. Gue yang semangatpun menjawab, "Beli dong! Yang bisa sekalian scan dong, Pa! Kan enak, bisa buat photocopy bisa scan juga. Jadi foto-foto jadul bisa masuk laptop Papa".
Esoknya, karena cinta Papa yang besar kepada putri bungsunya yaitu gue, sang Ayah langsung membeli printer baru dengan fasilitas dapat meng-scan. Beberapa hari kemudian bokap gue ingin mencoba fasilitas dari printer barunya tersebut, "Dek, coba nge-print uang 50.000 yok!". Putri bungsu nan manis dan baik hati menjawab, "Ih Papa! Nggak boleh scan uang, nanti ditangkep loh gara-gara bikin uang palsu!". "Nggak lah, cuma buat main-main aja kok." "Iya deh, kalo sampe Papa ditangkep aku gak ikut-ikutan ya!". Lalu, jadilah hasil print dari uang 50.000 pada sehelai kertas berukuran A4.
Mari, kita lanjutkan ceritanya. Nah, gue pun melihat kertas tersebut jadi alas bawah piring yang masih basah.
Gue : "Ma, kok kertas yang ada print-nan gambar 50.000nya dijadiin alas sih?"
Mama : "Itulah, dek! Kita kaya! Uang 50.000 aja di jadiin alas bawah piring."
Ternyata, seorang Bunda bisa ngelawak juga. Gue langsung ketawa-ketawa saat itu juga. Makanya, siapa bilang orang yang lebih tua nggak bisa ngelawak kayak anak-anak muda jaman sekarang? :D
See you on my next post!
(P.S: Tenang pak, uangnya gak dijadiin uang palsu kok. Udah saya robek-robek, jadi gak bisa dipakai jadi uang palsu)
(P.S: Tenang pak, uangnya gak dijadiin uang palsu kok. Udah saya robek-robek, jadi gak bisa dipakai jadi uang palsu)